Satu persatu alat tulis kukeluarkan dari kolong meja. Tangan kiriku penuh dengan keringat menggengam ibu jari dengan erat didalam keempat jari yang lainnya, perlahan kugerakkan ibu jariku keatas dan kebawah secara beraturan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.25.
"5 menit lagi" ucapku dalam hati.
Tangan kanan yang memegang pensil 2B itu kini mulai bergerak mengetukkan ujung pensil diatas meja, tidak berapa lama kemudian terdengar lantang suara dari ujung depan.
"Waktunya dimulai!"
Bunyi kertas dibalik pun serempak terdengar. Terbaca olehku dengan jelas tulisan "MATEMATIKA" di kolom pertama dan suasana kelas pun menjadi hening, semua berkutat diatas kertas ujiannya masing masing.
Ujian ini penentu kehidupanku. Ujian dasar yang harus kulewati untuk bisa membangun mimpi atas gambar-gambar bangunan yang pernah kugambar saat itu. Sayangnya tolak ukur atas gambar yang kukerjakan harus dilengkapi dengan kelulusan mata kuliah standar dengan rumus-rumus dasar yang tercantum dalam pelajaran ini. "Sial!" ujarku dalam hati
"10 menit lagi!"
Suara itu mengingatkan lagi waktu tersisa yang kumiliki dan seketika tubuh dan pikiranku sudah menunjukkan kecemasan. Kulihat kembali nomor-nomor yang masih ragu kulingkari, bola mataku pun mulai melirik kanan kiri. Tidak ada waktu lagi, perlahan kuberanikan diri melingkari jawaban-jawaban yang tak kuyakini.
Akhirnya sudah selesai, langkah kakiku kuarahkan keluar dari ruangan itu, kutarik nafas panjang dalam balutan maskerku sambil mengadahkan kepalaku keatas langit.
"Bro, gimana tadi bisa ga?"
Seorang kawan seketika datang dan bertanya, sambil menyodorkan pembersih tangan ke arah ku. Aku memandangnya terpaku.
"Sebentar aku ke kamar mandi dulu" jawabku singkat.
Lalu aku berlari dengan langkah menggebu, sudah tidak bisa tertahan lagi aku sudah menahannya sejak pagi. Saat sudah masuk kedalam kamar mandi, kusandarkan punggungku dipintu kamar mandi. Mengatur nafas dan menenangkan diri.
Kubuka ruas jari dari genggaman tangan kiri yang kukepal sejak pagi. Akhirnya, rumus rumus phytagoras, integral dan beberapa catatan yang kugenggam dengan erat di tangan kiri tadi sudah hilang karena sudah kucelupkan dalam bilasan sabun dan air yang kucampur tadi.
"Aku berhasil kan?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar