Aku meyakini bahwa selain ilmu, pergaulan adalah salah satu indikator penentu arah keberhasilan atau kegagalan seseorang. Karena disadari atau tidak pergaulan adalah bagian yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan kita manusia
No man is an Island, No man stand alone
Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa sebuah pergaulan akan kita ketahui arahnya.....membentuk kita menjadi lebih baik atau sebaliknya ?
Tak jarang, definisi umum dari kegagalan seseorang ketika melakoni peran hidupnya, terpoint menjatuhkan peran serta sang orang tua
Dengan ucapan yang mudah terlontar "Orang tuanya ngedidiknya gimana si ??"
Jika kita berada di posisi sang orang tua, apakah kalian tidak terluka?? ... padahal mungkin mereka sudah berdaya juang yang terbaik untuk buah hati mereka
Jika sang anak beralih dari jalan yang lurus, apakah hal tersebut mengintimidasi bahkan didikan mereka yang tidak benar.. belum tentu kan ??
Orang tua itu sudah berfungsi sebagai :
- Pengasuh : memberikan gizi jasmani dan rohani kepada anak, sehingga anak bisa bertumbuh besar menjadi orang yang stabil dan cukup sehat.
- Pengarah dan mendampingi sang anak agar bisa memberikan arahan dan secara aktif memantau perkembangan mereka
Tapi bukankah penentu terbesarnya tetap lah lingkungan di tempat mereka bergaul ??
Saya mungkin bukan orang yang mengerti dengan jelas pahit getirnya kehidupan
Tapi saya menyadari dan mengerti segala transisi yang terjadi dalam hidup saya
Sebaagai anak sulung, terkadang saya merasa harus lebih peka...peka terhadap kerja keras orang tua untuk mendidik kami, peka bahwa saya harus menjadi panutan yang terbaik, peka bahwa kelak sebuah tanggung jawab untuk mengayomi adik-adik akan terbeban di atas pundakku sendiri
Akupun mengalami masa dimana, aku merasa ada yang salah dalam pola pergaulan yang kulakukan...namun pada ujungnya kita sendiri yang menentukan, pergaulan mana yang kita inginkan
Teman dekat itu baik buruknya pasti akan mengadopsi perilaku kita, akan mendoktrin sebagian otak kita...
dan hal itu lah yang menentukan akan seprti apa kita kelak.........
Saya bukan sok tua, namun saya juga calon orang tua (Insya Allah)
Buat saya keluarga adalah hal terpenting dalam hidup saya, tak ada yang akan memeluk kita dan membantu kita saat kita melakukan kesalahan selain orang tua kita sendiri
Dan mereka tidak akan lelah mengarahkan kita untuk tetap menuju jalan yang lurus (Ihdinnas Shirotol mustaqim) --> bukankah itu yang kita ucapkan setiap 5 waktu kewajiban kita bahkan di setiap doa dan sunnah kita
Why I Post This :
Karena salah satu sahabat terbaik saya, membuat saya berterima kasih akan kehadirannya dalam hidup saya.
Pergaulan yang terjalin memberikan dampak positif dalam hidup saya
Wanita yang menginspirasi saya bahwa tujuan hidup kita bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk menyejahterakan orang lain
Wanita yang mengingatkan akan ucapkan orang tuaku bahwa investasi diri itu bagian yang penting
Wanita yang rela mengalahkan segala ego dan keinginan cinta nya karena mengerti bahwa makna keluarga adalah segalanya
Wanita yang menginspirasiku ketika dia mengatakan : "Tidak ada alasan buat gue untuk ngga menggunakan jilbab, karena gue percaya Allah sudah tentukan jodohnya masing-masing"
.........apalah makna perbedaan usia dalam pergaulan, ketika usia mengajarkan kita untuk menjadi lebih berguna....
I was read your tweet this mornin darla :
mustika ganiamalia @mustikagania
and i was read your blog : http://ganiamustika.tumblr.com/
Luv yaaaaa
No man is an Island, No man stand alone
Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa sebuah pergaulan akan kita ketahui arahnya.....membentuk kita menjadi lebih baik atau sebaliknya ?
Tak jarang, definisi umum dari kegagalan seseorang ketika melakoni peran hidupnya, terpoint menjatuhkan peran serta sang orang tua
Dengan ucapan yang mudah terlontar "Orang tuanya ngedidiknya gimana si ??"
Jika kita berada di posisi sang orang tua, apakah kalian tidak terluka?? ... padahal mungkin mereka sudah berdaya juang yang terbaik untuk buah hati mereka
Jika sang anak beralih dari jalan yang lurus, apakah hal tersebut mengintimidasi bahkan didikan mereka yang tidak benar.. belum tentu kan ??
Orang tua itu sudah berfungsi sebagai :
- Pengasuh : memberikan gizi jasmani dan rohani kepada anak, sehingga anak bisa bertumbuh besar menjadi orang yang stabil dan cukup sehat.
- Pengarah dan mendampingi sang anak agar bisa memberikan arahan dan secara aktif memantau perkembangan mereka
Tapi bukankah penentu terbesarnya tetap lah lingkungan di tempat mereka bergaul ??
Saya mungkin bukan orang yang mengerti dengan jelas pahit getirnya kehidupan
Tapi saya menyadari dan mengerti segala transisi yang terjadi dalam hidup saya
Sebaagai anak sulung, terkadang saya merasa harus lebih peka...peka terhadap kerja keras orang tua untuk mendidik kami, peka bahwa saya harus menjadi panutan yang terbaik, peka bahwa kelak sebuah tanggung jawab untuk mengayomi adik-adik akan terbeban di atas pundakku sendiri
Akupun mengalami masa dimana, aku merasa ada yang salah dalam pola pergaulan yang kulakukan...namun pada ujungnya kita sendiri yang menentukan, pergaulan mana yang kita inginkan
Teman dekat itu baik buruknya pasti akan mengadopsi perilaku kita, akan mendoktrin sebagian otak kita...
dan hal itu lah yang menentukan akan seprti apa kita kelak.........
Saya bukan sok tua, namun saya juga calon orang tua (Insya Allah)
Buat saya keluarga adalah hal terpenting dalam hidup saya, tak ada yang akan memeluk kita dan membantu kita saat kita melakukan kesalahan selain orang tua kita sendiri
Dan mereka tidak akan lelah mengarahkan kita untuk tetap menuju jalan yang lurus (Ihdinnas Shirotol mustaqim) --> bukankah itu yang kita ucapkan setiap 5 waktu kewajiban kita bahkan di setiap doa dan sunnah kita
Why I Post This :
Karena salah satu sahabat terbaik saya, membuat saya berterima kasih akan kehadirannya dalam hidup saya.
Pergaulan yang terjalin memberikan dampak positif dalam hidup saya
Wanita yang menginspirasi saya bahwa tujuan hidup kita bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk menyejahterakan orang lain
Wanita yang mengingatkan akan ucapkan orang tuaku bahwa investasi diri itu bagian yang penting
Wanita yang rela mengalahkan segala ego dan keinginan cinta nya karena mengerti bahwa makna keluarga adalah segalanya
Wanita yang menginspirasiku ketika dia mengatakan : "Tidak ada alasan buat gue untuk ngga menggunakan jilbab, karena gue percaya Allah sudah tentukan jodohnya masing-masing"
.........apalah makna perbedaan usia dalam pergaulan, ketika usia mengajarkan kita untuk menjadi lebih berguna....
I was read your tweet this mornin darla :
mustika ganiamalia
hey @chliu_ly i just made a tumblr post for you... hope you like it yaaa. lope yu pull... :*
and i was read your blog : http://ganiamustika.tumblr.com/
mampir sebentar saja..
ini bukan tentang saya… Kali ini cerita yang berbeda.. bukan soal saya.. tapi soal salah satu yang saya cinta..
Saya bertemu dengannya di lantai 3, di kantor saya yang pertama.. Mungkin boleh lah saya bilang,
dia sahabat saya.. :)
Saat itu saya tau, dia orang baik.. Anak yang manis.. Walau suka
labil ga jelas, ketawa ketawa ngakak kaya nenek lampir… :p Tapi itulah
dia.. seorang hamba Tuhan yang sedang berusaha mencintai Tuhannya.. Ah
Tuhan.. sungguh dia mencintai-Mu.. Ah pastilah Kau sudah tau..
Saya ingat malam-malam lembur kami bersama.. Kadang nyanyi bersama.. Kadang foto2 menggila.. Ah betapa saya merasa dicinta..
Tahun 2011 adalah salah satu tahun terberat dalam hidup saya.. Dan
saya sangat terbantu dengan kehadirannya.. Terimakasih ya sayang.. :)
Awal tahun lalu saya ingat, dia merasakan rasa pahit atas seseorang
yang berkhianat.. Ah saat itu saya tak tau harus apa.. saya cuma ingat
dia cerita dengan penuh gegap..
Tapi yang Maha Cinta tak membiarkan itu berjalan lama.. dia bertemu
dengan orang yang tepat, menikah, dan sekarang sedang menanti sang buah
hati.. Ah sayang.. bukankah kau sangat dicintai-Nya?
Saat-saat ini, saat-saat saya sudah jarang sekali bertemu dengan
dia.. saat yang bisa mengalir hanyalah doa.. Semoga kamu selalu di
cinta..
ntah kenapa saya menulis ini.. Mungkin karena rindu yang membuncah..
mungkin karena sepi.. mungkin hanya karena saya teringat dia..
betapa saya rasakan banyak orang yang berlalu lalang dalam hidup
saya.. ada dan tiada.. datang dan pergi.. walalu begitu, smua yang telah
dihati akan selalu disana..
seperti dia.. yang mungkin saja kelak hidup membawa hidup kita
terlalu jauh.. membawa kita banyak terpisah… dengan hidup yang memiliki
jalan yang berbeda…
tapi bukankah teman seharusnya tetap saling mencinta?
tak perlu lah kita selalu bersama.. asal kan selalu saling mendoa..
Untuk kamu.. yang mungkin tak bisa saya ucapkan bila bertemu..
sehat dan bahagia lah selalu…
:)
and I MISS U Already......*cup cup* Luv yaaaaa


















