19 Sep 2013

Wood Cutter

Would you like to AutoArchieve your old items now ?
Ya kurang lebih begini deh instruksinya tampilan outlook tadi pagi, karena email kepenuhan.
And then I klik "NO" alhasil kerjaan tambahan muncul pagi, mensortir sebagian email untuk masuk Archieve. Kenapa ngga langsung automatis aja sih ??? ya maklum kerjaan eike segabruk jadi banyak email urgent yang belum gue pisahin, alhasil gue memilah milah mana yang harus di Archieve, mana yang harus di keep. Dan seketika saat memilah milah, gue menemukan email ini from my greatest boss and actually still be my boss 'till today. Yes this email dedicate to me :

Subject : STORRY OF A WOOD CUTTER 

IS IT YOU ?  
Once upon a time, a very strong woodcutter asked for a job in a timber merchant and he got it. The pay was really good and so was the work condition. 
For those reasons, the woodcutter was determined to do his best.
His boss gave him an axe and showed him the area where he supposed to work.
The first day, the woodcutter brought 18 trees.
“Congratulations,” the boss said. “Go on that way!”

Very motivated by the boss words, the woodcutter tried harder the next day, but he could only bring 15 trees. The third day he tried even harder, but he could only bring 10 trees.
Day after day he was bringing less and less trees.
“I must be losing my strength”, the woodcutter thought. 

He went to the boss and apologized, saying that he could not understand what was going on.
“When was the last time you sharpened your axe?” the boss asked.
“Sharpen? I had no time to sharpen my axe. I have been very busy trying to cut trees…”

Reflection:
Our lives are like that. We sometimes get so busy that we don’t take time to sharpen the “axe”. In today’s world, it seems that everyone is busier than ever, but less happy that ever.
Why is that? Could it be that we have forgotten how to stay “sharp”? There’s nothing wrong with activity and hard work. But we should not get so busy that we neglect the truly important things in life, like our personal life, taking time to get close to our Creator, giving more time for our family, taking time to read etc.
We all need time to relax, to think and meditate, to learn and grow. If we don’t take the time to sharpen the “axe”, we will become dull and lose our effectiveness. 

So.. do you think I'm work to hard mam ? 

17 Sep 2013

Life is...a Choice

    Hidup adalah pilihan
    maka segala sesuatu yang telah terjadi
    yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi
    adalah hasil dari pilihan kita
    Hidup hanya sebentar, hanya sekali
    Hidup seperti apa yang akan kita pilih ??

    -Felix Siauw-


Beberapa minggu lalu di kantor sempat mengadakan acara Halal Bihalal karena masih dalam suasana Idul Fitri tahun ini, dan kebetulan pembicaranya yang hadir adalah Ust.FelixSiaw (Siapa yang ngga kenal beliau ? Salah satu orang yang menginspirasi melalui buku dan kicauan positif di twitternya)
Ketika diberi tahu pembicaranya beliau, im trully excited, dan topik yang saat itu dipilih adalah LIFE is a CHOICE 

gambar dari sini
Selama ceramah berlangsung, buat saya pribadi, beliau menyampaikan isi nya dengan merunutkan kehidupan yang sedang kita jalani sampai gambaran kehidupan kita nanti, and honestly topiknya bikin aura ruangan menjadi tegang.......ya siapa yang ga tegang kalo diingetin MATI.......cara penyampaian beliau yang cepat, tegas dan jelas mostly bikin beberapa orang yang hadir terpaku, terdiam bahkan yang sempat terjadi adalah saling memandang sambil mengucapkan "astagfirullah"....

Lalu apa yang terbenak didalam pikiran saya ? Hmm.... saya takut, :( .......takut kalau ternyata pilihan saya ngga terwujud :( . tapiiii........bukankah rasa takut padaNYA adalah wujud bagian dari Iman :) . Di hari itu saya bersyukur dan berterima kasih dengan kehadiran beliau, karena Allah begitu sayang pada kami yang hadir diruangan itu, Allah mengingatkan kembali hal-hal yang kelak akan kami jalani nanti.

Efek ceramah itu ternyata cukup menghasilkan perubahan di lingkungan pekerjaan, contoh kecil yang terjadi : saat adzan berkumandang, kami serentak saling mengingatkan untuk menunaikan kewajiban kami, mungkin ini hanya hal kecil tapi kami sadari ini perubahan besar untuk kami. Kalo sebelumnya jam 12.00 kami bergegas untuk segera makan siang, lalu dilanjutkan dengan sholat dzuhur, saat ini kebalikannya kami tunaikan kewajiban kami terlebih dahulu, baru bergegas keluar makan siang.

Efek di Kehidupan rumah tanggapun lebih baik, si Istri lebih taat sama suaminya bahkan lebih menjaga lisan dan perbuatannya *walaupun kadang masih suka ada aja yang kelolosan, tapi selalu intropeksi lagi, lagi dan lagi*. Si Suamipun jadi lebih sayang sama istri nya karena lebih nurut dan lebih baik dari hari ke hari

Indah ya ? semua jadi terlihat Indah, walaupun ngejalaninnya ngga mudah. Boleh dong ya kalau saya commit dengan PILIHAN saya ? iya PILIHAN sederhana : "Cuma mau masuk surga"
Menutup segala masa lalu yang buruk dan tidak ingin mengingat hal hal yang tidak baik dan tetap berusaha keras untuk menjadi lebih baik ?

so I hope your choice same with me and maybe we can say " see ya soon :) "

Note : 
Kalau ada yang mau tonton ceramah beliau 'Life is a Choice"
bisa buka link ini ya

6 Sep 2013

SAYAA!!!

Setiap Imunisasi biasanya si Ibu hanya berdua dengan pak suami, tapi kali ini mengingat pak suami saat itu sedang meeting, maka duo Ibu dan Mba-nya tetap menuju RSIA demi memenuhi kebutuhan anak Bayi 

Saat itu di ruang menyusui RSIA. Sang Ibu sedang sibuk membereskan baju dan barang barang sang anak karena si anak bayi habis poop, yaaaaa.........kan kita yang udah bersihin dari awal ya, jadi kudu diselesain ampe akhir juga dunk, kalo langsung kasih mba nya untuk bersihin sisa kotorannya rasanya kok ngga polite ya. Tapi berhubung anak bayi udah setengah watt, biar win win solution si bayi pun di gendong Mba-nya, karena kalo ngga diangkat segera doi bisa rewel beratt.

Tak berapa lama kemudian teriakan menggema di Poli Anak

Suster : "Bayi Lintanggggggg!!!....Bayii Lintang !!!!"
Ibu : *masih bolot, ga denger apa-apaan*
Suster : *suster pun menuju ruang menyusui* ..... "Bayi Lintang adaaaa?? "
Ibu : "eh ada sus, ada..." dengan ribet dan rempyong, membereskan tas dengan segera, lalu memberikan instruksi kepada di Mba, "Kamu masuk duluan Mba, biar tas nya ngga papa saya aja yang bawa" (maksud hati biar ngga membeda bedakan pekerjaan)
Mba : "Inggih Bu"... *gesit masuk ke ruang dokter*

Scene Ruang Dokter 
DSA : "Hallooooo... anak ganteng, selamat sore".... mencoba menyalami anak bayi yang ada di gendongan Mba nya, setelah di sambut saliman manis anak bayi, Dsa pun mengulurkan tangan ke Mbanya dan berkata "Apa kabar Ibu??....."
Ibu : Si ibu yang ada dibelakang Panik, Ga Terima, Speechlesss.. spontan berteriak.... " Dooooookkkkkk!!! Saya Ibunyaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!

*naseeeebbbbb.....naseeeeebbbbbb*
Ngga semua niat baik, berujung baik ternyata ............ (Boleh kan ya bilang : Khoam Phret)

4 Sep 2013

PERALATAN MPASI

Based on comment last post dari Ibu Desi yang request posting tentang peralatan MPASI
So... dengan senang hati gue memunculkan postingan ini, terkadang begitu banyaknya sumber yang dibaca, sometimes kita jadi merasa butuh berbagai banyak hal. Padahal kalo dipilah pilah kadang juga ga butuh butuh banget alias Latah aja.
Maka untuk mencegah terjadinya perubahan bentuk dompet menjadi tipis, ini perkakas yang harus ada menurut hemat gue :

BLENDER
Kalo perkakas ini kayanya ngga musti punya bayi juga tetep butuh kan ya, tapi untuk awal awal MPASI barang ini paling ngebantu banget untuk memulai makanan dari tekstur yang halus. So far untuk nge blender yang gue pake cuma tempat blender yang kecil bukan yang besar nya *luckly tempat blender yang kecil ini belum pernah digunakan untuk nge blend bumbu, jadi masih aman untuk digunakan* 

Sempet kepikiran untuk pengen punya Avent Wasabi Food Processor gara gara liat reviewnya yang oke di berbagai blog termasuk blog nya bubup
Kebayang ngga si Steamer dan Blender jadi satu..... amboiii banget kayanya hidup, tapi Alhamdullilah niat itu terurungkan!!!!!!!! dengan alasan :
1. Mahal buat gue, walaupun bisa cicil dan harga masih bisa miring, tapi gue kan pengen sakinah menjaga dompet suami
2. Sampe kapan anak bayi mau dikasih puree?, paling lama kan paling 3 bulan kalo udah ngga nge pure nanti ngga kepake pulak....*alesan alesan.....*

KUKUSAN / STEAMER
PENTING! biasanya sebelum membuat puree buah / sayur biasanya kan di kukus dulu baru di haluskan pakai blender. Apalagi kalo niat BLW, untuk memulainya akan lebih baik sediakan makanan yang bisa dipegang dan kalo digigit bisa gampang ditelan dan so pasti makanannya wajib di kukus :)


TAKAHI (Slow Cooker)
Awalnya ngga kebayang kegunaan nya si slow cooker ini, barang ini gue beli udah lama banget waktu bayi masih kisaran umur 3 Bulan, cuma gegara toko audrey yang di Cempaka Mas buka cabang di Bekasi Square so barang barang yang mereka jual masih harga reseller. Tapi tak kenal maka tak sayang, ternyata setelah pake slow cooker ini hidup emang lebih indah makkkkkkk


FEEDING SPOON and DISH
Katanya untuk memancing keinginan makan anak, ada baiknya piring dan sendok makan buat anak menggunakan warna-warna yang cerah dan menarik. So, jatuhlah pilihan tempat makanan ke merk Avent.
Untuk sendoknya sebenarnya gue pake sendok makan bayi yang silicon jadi nyuapinnya lebih mudah dan warnanya lebih menarik, bahkan kalo makanan yang kita sajikan aja terlalu panas dia bisa berubah warna, sayangnya akika lupa merknya apaan, mungkin bisa ditanya ke mba mba yang jual di toko baby shopnya  *zzzz.... ga ngebantu *


DOIDY CUPS
Ini membantu anak untuk belajar mimik dari gelas, so far mas lintang selalu mau minum dari gelas, maklum kalo liat ayah atau ibunya minum, dia udah dorong dorong badan pengen minum kaya gitu juga. prepare this then, I prepare Red Colour, maklum lintang selalu melotot kalo udah liat warna merah dan bawaannya pengen megang. Memberikan barang yang dia sukai itu terkadang memancing keinginannya untuk eksplore lebih banyak terhadap barang yang kita kasih lho, termasuk Doiddy Cup merah ini 
Sisanya : Saringan Kawat, Pisau buah dan sayur, Pisau Daging/Ikan/Ayam, Talenan, Sendok Masak, Panci dan Takaran Air. Semuanya dibeli baru dan ditempatkan secara terpisah, tujuannya cuma biar ngga kecampur sama alat masak yang common

Ngga banyakkkkk kannnnnnnnnn.............................
- Kursi Makan udah punya ?? Hmmmmmm will see........, Makan itu memang harus duduk, nabi pun juga mengajarkannya begitu. Gue juga ga mau ngejar ngejar anak buat nyuapin makan. Tapi apa bayi itu bisa kita kasih tau ?? maybe later then ...... but it will
Terusssssssssssssssss............
- Baby Cubes sampai akhir ini masih belum gue rasa penting buat gue....Kenapa ?? karena so far gue ngga pake kaldu kalduan, alias langsung aja kasih anak nya ikan atau ayam nya.. mengingat ucapan dr Wati yang memberikan wejangan kepada temen gue : "Langsung aja kasih daging merah, ngga usah pake kaldu kalduan, mana proteinnya kalo dari Kaldu" ceglukkkk beklah dok, ikut nurut aje

Oleh karena itu, mari kita setiap memberikan makan pada sang anak
Kita mulai dengan Bismillah :) :)

Note : Mak Shazia akika ga punya utang yaaaaaaaaaaaaaa *piss yow*
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.