Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan

13 Mar 2012

Henna - na - yang - mana ?

Hectic Weekend..yes!!! last week i really really have a hectic weekend to prepare all wedding stuff
I try to review one by one yaaaa :)
Like last story yang pernah aku posting sebelumnya kalau dalam adat minang ada salah satu prosesi sebelum pernikahan yaitu malam bainai.
REFRESH : Bainai berarti melekatkan tumbukan halus daun pacar merah atau daun inai ke kuku-kuku calon pengantin wanita. Tumbukan ini akan meninggalkan bekas warna merah cemerlang pada kuku. Lazimnya berlangsung malam hari sebelum akad nikah. Tradisi ini sebagai ungkapan kasih sayang dan doa restu dari para sesepuh keluarga mempelai wanita.
Malam Bainai
Kuku Kaki dan Tangan diungkep semua

Tapi sepertinya prosesi adat ini akan kulencengkan dari aslinya dan akan mengikuti kegiatan prosesi pernikahan yang umum-umum saja, alasannya cuma karena :
1. Kalo pake inai pada kuku, takut warna kuku nya nanti agak agak kaya kunyit, walaupun kemungkinan hasilnya mungkin bisa lebih bagus, tapi takut nanti hasilnya tidak memuaskan
2. Karena ngga semua orang mengerti adat yang kita jalanin
3. Karena jari tangan saya yang agak bantet..sepertinya akan menjadi tangan kurcaci alias menciut kalo ditambahin ujung ujung meteor (halah...alesan gue aja si ni, sebenarnya :p)

So......sebagai pengganti inai, i will choose henna, hasil akhir dari googling adalah menemukan face-booknya Mba Rinda dan langsung fall in setelah lihat lihat hasil photo review henna nya, setelah berhasil menghubungi beliau ..so hasil dari discusi via bbm dengan mba rinda pun, harga yang ditawarkan untuk 2 tangan start diangka 250.000 (tergantung kerumitan model), dengan metode pembayaranya pun DP 50% dari kesepakatan harga

Untuk warnanya bisa request sih, dan gue masih bingung mau warna apa????...pengen banget pake warna coklat tua, menurut gue lebih indah aja...tapi mengingat after acara di jakarta ada unduh mantu di solo, gue jadi khawatir apakah henna akan bertahan lama sampai dengan H+7 kedepannya ?? sempet tanya mba rinda, dia bilang henna akan bisa bertahan dalam jangka waktu 10 hari.. tapiii pasti warna nya udah agak berkurang lah ya ngga seindah yang pertama..Mba Rinda sempet kasih dua alternatif :
1. Gunakan Henna warna hitam aja, bisa lebih tahan lama, jadi kalaupun warnanya pudar masih terlihat bagus
2. Bisa juga sih bertahan 2-3 minggu kali kalo pemakaiannya 2 kali (nah ini masih bingung 2 kali yang dimaksud adalah 2 kali tiban?? atau setelah pakai beberapa hari kemudian tiban lagi jadi dua kali pake, kalo kaya gini 2x biaya ngga ya??) --> masih rancu ni hasil chat nya :(

Dari foto-foto yang gue lihat dari hasil facebook nya, paling suka cuma sama dua foto dibawah ini :
I love this ONE!!!....
Ini juga lucu...
Looks simple and elegance..so far masih menunggu price list dan model yang akan dikasih mba rinda, untuk bisa nentuin budget dan transport mba rinda ke penginapan.

So...pilih warna apaaaaaaaaaaaa niiii (Coklat Tua...apa...Hitam) *bingung*

8 Mar 2012

Wedding Culture Minangkabau

Saya terlahir sebagai penduduk Jakarta, tapi kedua orang tua saya asli turunan rumpun melayu, sehingga mau tidak mau pun darah MINANG sudah mengalir tepat di nadi saya #tsssaaaahhh
For wedding day, pastinya saya akan menggunakan tradisi yang turun menurun ada...sudah kebayang lah ya  SUNTING yang menjulang tinggi akan membuat saya bertonggok di kepala seperti ondel ondel, alias susah nengok kanan kiri .. cuma badan aja yang akan bergerak


Dan ternyata tradisi adat keluarga menginginkan ada sejumlah prosesi yang runut sesuai dengan yang seharusnya, runutan prosesi yang umumnya terjadi, seperti ini :

1. Prosesi MARESEK : Proses penjajakan pertama, dan disini pihak keluarga wanita mendatangi pihak keluarga pria. Prosesi bisa berlangsung beberapa kali perundingan sampai tercapai sebuah kesepakatan dari kedua belah pihak keluarga.

2. MEMINANG dan BERTUKAR TANDA : Keluarga calon mempelai wanita mendatangi keluarga calon mempelai pria untuk meminang. Keluarga wanita akan membawa sirih pinang lengkap yang akan disuguhkan untuk dicicipi oleh keluarga pihak laki-laki sebagai tanda persembahan. Benda-benda yang dipertukarkan biasanya benda-benda pusaka seperti keris, kain adat atau benda lain yang bernilai sejarah bagi keluarga dan benda benda tersebut dikembalikan dalam suatu acara resmi setelah berlangsung akad nikah.
Bila tunangan diterima, berlanjut dengan bertukar tanda sebagai simbol pengikat perjanjian dan acara ini harus melibatkan orang tua atau ninik mamak dan para sesepuh dari kedua belah pihak.

3.MAHANTA / MAMINTA IZIN

Calon mempelai pria mohon doa restu rencana pernikahan kepada saudara-saudara, kakak-kakaknya yang telah berkeluarga dan para sesepuh yang dihormati dengan membawa selapah yang berisi daun nipah dan tembakau (namun saat ini sedah digantikan dengan rokok). Hal yang sama dilakukan oleh calon mempelai wanita, diwakili oleh kerabat wanita yang sudah berkeluarga dengan cara mengantar sirih.
Ritual ini ditujukan untuk memberitahukan dan mohon doa rencana pernikahannya. Biasanya keluarga yang didatangi akan memberikan bantuan untuk ikut memikul beban dan biaya pernikahan sesuai kemampuan

4. BABAKO-BABAKI
Pihak keluarga dari ayah calon mempelai wanita (disebut bako) ingin memperlihatkan kasih sayangnya dengan ikut memikul biaya sesuai kemampuan. Acara berlangsung beberapa hari sebelum acara akad nikah.
Perlengkapan yang disertakan biasanya berupa sirih lengkap (sebagai kepala adat), nasi kuning singgang ayam (makanan adat), antaran barang yang diperlukan calon mempelai wanita seperti seperangkat busana, perhiasan emas, lauk pauk baik yang sudah dimasak maupun yang masih mentah, kue-kue dan sebagainya.
Sesuai tradisi, calon mempelai wanita dijemput untuk dibawa ke rumah keluarga ayahnya. Kemudian para tetua memberi nasihat. Keesokan harinya, calon mempelai wanita diarak kembali ke rumahnya diiringi keluarga pihak ayah dengan membawa berbagai macam barang bantuan tadi.

5. MALAM BAINAI 
Bainai berarti melekatkan tumbukan halus daun pacar merah atau daun inai ke kuku-kuku calon pengantin wanita. Tumbukan ini akan meninggalkan bekas warna merah cemerlang pada kuku. Lazimnya berlangsung malam hari sebelum akad nikah. Tradisi ini sebagai ungkapan kasih sayang dan doa restu dari para sesepuh keluarga mempelai wanita.
Busana khusus untuk upacara bainai yakni baju tokoh dan bersunting rendah. Perlengkapan lain yang digunakan antara lain air yang berisi keharuman tujuh kembang, daun iani tumbuk, payung kuning, kain jajakan kuning, kain simpai dan kursi untuk calon mempelai.
Calon mempelai wanita dengan baju tokoh dan bersunting rendah dibawa keluar dari kamar diapit kawan sebayanya. Acara mandi-mandi secara simbolik dengan memercikkan air harum tujuh kembang oleh para sesepuh dan kedua orang tua. Selanjutnya, kuku-kuku calon mempelai wanita diberi inai.-

6. MANJAPUIK MARAPULAI
Ini adalah acara adat yang paling penting dalam seluruh rangkaian acara perkawinan menurut adat Minangkabau. Calon pengantin pria dijemput dan dibawa ke rumah calon pengantin wanita untuk melangsungkan akad nikah. Prosesi ini juga dibarengi pemberian gelar pusaka kepada calon mempelai pria sebagai tanda sudah dewasa.
Lazimnya pihak keluarga calon pengantin wanita harus membawa sirih lengkap dalam cerana yang menandakan datangnya secara beradat, pakaian pengantin pria lengkap, nasi kuning singgang ayam, lauk pauk, kue-kue serta buah-buahan. Untuk daerah pesisir Sumatera barat biasanya juga menyertakan payung kuning, tombak, pedang serta uang jemputan atau uang hilang.
Rombongan utusan dari keluarga calon mempelai wanita menjemput calon mempelai pria sambil membawa perlengkapan. Setelah prosesi sambah mayambah dan mengutarakan maksud kedatangan, barang-barang diserahkan. Calon pengantin pria beserta rombongan diarak menuju kediaman calon mempelai wanita.

7. PENYAMBUTAN di RUMAH ANAK DARO
Tradisi menyambut kedatangan calon mempelai pria di rumah calon mempelai wanita lazimnya merupakan momen meriah dan besar. Diiringi bunyi musik tradisional khas Minang yakni talempong dan gandang tabuk, serta barisan Gelombang Adat timbal balik yang terdiri dari pemuda-pemuda berpakaian silat, serta disambut para dara berpakaian adat yang menyuguhkan sirih.
Sirih dalam carano adat lengkap, payung kuning keemasan, beras kuning, kain jajakan putih merupakan perlengkapan yang biasanya digunakan.
Berikutnya, barisan dara menyambut rombongan dengan persembahan sirih lengkap. Para sesepuh wanita menaburi calon pengantin pria dengan beras kuning. Sebelum memasuki pintu rumah, kaki calon mempelai pria diperciki air sebagai lambang mensucikan, lalu berjalan menapaki kain putih menuju ke tempat berlangsungnya akad.-->process ini tidak dilakukan (X)

8. TRADISI SEUSAI AKAD NIKAH
Ada lima acara adat Minang yang lazim dilaksanakan seusai akad nikah.
*Memulangkan tanda : Setelah resmi sebagai suami istri maka tanda yang diberikan sebagai ikatan janji sewaktu lamaran dikembalikan oleh kedua belah pihak.
*Mengumumkan gelar pengantin pria : Gelar sebagai tanda kehormatan dan kedewasaan yang disandang mempelai pria lazimnya diumumkan langsung oleh ninik mamak kaumnya.
*Mengadu Kening : Pasangan mempelai dipimpin oleh para sesepuh wanita menyentuhkan kening mereka satu sama lain. Kedua mempelai didudukkan saling berhadapan dan diantara wajah keduanya dipisahkan dengan sebuah kipas, lalu kipas diturunkan secara perlahan. Setelah itu kening pengantin akan saling bersentuhan.
*Mangaruak Nasi Kuning : Prosesi ini mengisyaratkan hubungan kerjasama antara suami isri harus selalu saling menahan diri dan melengkapi. Ritual diawali dengan kedua pengantin berebut mengambil daging ayam yang tersembunyi di dalam nasi kuning.
*Bermain Coki : Coki adalah permaian tradisional Ranah Minang. Yakni semacam permainan catur yang dilakukan oleh dua orang, papan permainan menyerupai halma. Permainan ini bermakna agar kedua mempelai bisa saling meluluhkan kekakuan dan egonya masing-masing agar tercipta kemesraan.

sumber : http://www.budaya-indonesia.org/iaci/Tr … inangkabau

But any way, dari seluruh prosesi mungkin hanya sebagian prosesi yang sudah atau akan di laksanakan :
1. Prosesi MARESEK : process ini tidak dilakukan (X)
2. Prosesi MEMINANG dan BERTUKAR TANDA : process ini dilakukan (V) with different way
My way :
- Keluarga calon mempelai pria yang mendatangi keluarga calon mempelai wanita
- Kedua keluarga saling memberi hantaran berupa kue dan buah buahan saja (ngga kebayang kalo kudu makan sirih beneran...siapa yang mau ngenyotnya ???)
- Benda yang diberikan adalah kain pengikat yang dititipkan ibunda "Mas", dan di kain ini diujung dibuat simpul oleh si ibu dan tidak boleh dilepas katanya sebagai pengikat
- Simbol pengikat perjanjian dengan saling tukar cincin calon mempelai
3. Prosesi MAHANTA / MAMINTA IZIN : process ini tidak dilakukan (X)
4. Prosesi BABAKO-BABAKI : process ini rencananya akan dilakukan, jadi apa ngga nya liat nanti aja ya :)
5. Prosesi MALAM BAINAI : process ini rencananya akan dilakukan juga, tapi sepertinya hanya akan menggunakan henna saja, tidak menggunakan inai di seluruh kuku (mengingat seminggu ke depan masih ada acara unduh mantu di Solo)
6. Prosesi MANJAPUIK MARAPULAI : process ini tidak dilakukan (X) alasannya, ngga usah dijemput lagi, kan dua duanya udah di gedung :)
7. Prosesi PENYAMBUTAN di RUMAH ANAK DARO : process ini tidak dilakukan (X)
8. Prosesi TRADISI SESUAI AKAD : Dari lima ketentuan diatas hanya "Mengumumkan Gelar Pengantin Pria" yang akan di gunakan...

well..minta doa aja, semoga semua hal bisa berjalan lancar ..Aamiin..
emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.