27th of JUNE 2012
Ku persembahkan untuk Suami-ku tercinta....
Teringat aku akan sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang tercantum dalam undangan pernikahan kita.
“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21)
Tak pernah kukira bahwa namamu lah yang mengiringi namaku pada undangan tersebut dan memberanikan diri menyatakan sebuah perjanjian di hadapan-NYA
Tiada kata yang dapat kuucapkan atas karunia Allah kecuali syukur alhamdulillah atas segala nikmat yang telah diberikan, dan satu hal yang kini kumengerti, sesungguhnya segala “proses” yang telah kujalani sebelumnya, ternyata adalah jalan yang Allah takdirkan saat engkau masih tersembunyi dibalik kuasa-Nya.
Sejak Allah menegurku, aku tak pernah bermimpi untuk menjalani dunia atas dasar keinginan ku lagi sebagai hamba-Nya. Aku hanya percaya bahwa menanti dengan ikhtiar, doa dengan penuh kesabaran adalah satu satu nya hal terbaik yang bisa kulakukan. Namun ternyata Allah maha baik diberi-Nya aku kesempatan untuk lebih memperbaiki diri sebagai Muslimah hingga aku layak untuk kau jemput, dan hal itupun sudah membentukku menjadi lebih dewasa, lebih bersabar dan lebih mengerti apa yang seharusnya kulakukan
Ayah..
Terima kasih untuk segala kesempatan yang diberikan dan tak lelah membantu menuntunku mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Kembali kepada fitrah, memperbaiki diri detik demi detik sebagai bekal meninggalkan kampung penuh penipuan dan bersiap-siap menuju kampung kekekalan.
Engkau selalu berkata bahwa, "Tidak semua hal akan berjalan sesuai dengan keinginan kita, sesempurna apapun hal yang kita lakukan, tidak selalu sebanding hasilnya. satu satu hal yang kita bisa lakukan hanya berusaha, karena hanya Allah penentu segalanya"
Aku terdiam kala itu merenungi setiap nasihat mu, dalam hatiku membenarkan apa yang kau katakan.
Tak jarang ketika kau berwudhu lalu seketika diam menunggu, ketika kutanyakan "sedang apa yah ?" kamu hanya berkata : "nungguin kamu, sudah adzan" Itu bukan kali pertamanya, entah kali keberapa engkau menunggu ku berwudhu, tanpa harus berteriak mengingatkan waktu sholat. Kau ajarkan kembali padaku bahwa kewajiban ini nomor satu mengalahkan hal dunia apapun dan setiap alunan ayat ayat suci yang kau lontarkan dalam sholatmu memporak-porandakan taman hatiku, dan membuatku semakin mencintai-Nya melaluimu............Subhanallaah!
Ayah...
Saat ini kusadari bahwa Allah berikan kembali sebuah tanggung jawab besar di dalam kandunganku, ternyata bukan hanya senyuman kebahagiaan yang akan datang. Dalam renungku kuamati bahwa Allah menititipkan amanah yang harus kita jaga dan kita pelihara dengan baik kelak, dan seperti ujarmu : "Membentuk pribadi Sholeh dan Sholehah, Kitalah Contohnya"
Selamat Ulang Tahun Ayah
Aku memilihmu karena agama yang ada pada dirimu. Semoga di sisa umurmu segala kebaikan tertuai, segala keimanan melekat. Tetaplah menjadi Imam yang baik dan jangan lelah mendampingi aku dalam melaksanakan amanah rumah tanggaku. Aammiiin :)
CEPETTTTTT PULANG YAAAAAA.............. :*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Labels
31 Challenge
ASI
B'day
Baby
Bestie
Blogger
Breastfeeding
Challenge
Chat
Culture
Diet
Fiction
Giveaway
Home
Honey Moon
KMC
KUA
Knowledge
Lintang
Lyrics
MPASI
Manga
Marriage
Others
Pre-Wed
Pregnancy
Random
Recipe
Ring
Seserahan-Mahar
Song
Stroller
This Us
Treatment
Undangan
Vacation
Wedding Preparation
Wedding Review
aihhh uchie,,,,,subhanallah,,,sampe merinding disko bacanyaa,,,,,
BalasHapusbtw happy milad ayah uchie,,,,,^o^ cepet pulangg yaa,,,,hihihihi
Maaciii ya, yantiiiii....iya mudah mudahan cepet pulang yaaaaaaaaaa :)
Hapuswow.., you really are lucky to have him. waaaayyy lucky... Nice story. So Inspiring.
BalasHapus