Facebook (check) / Twitter (check) / Instagram (check)
Others ? masih ada juga pastinya. Blog ini juga salah satu kan?
Tapi apa iya semuanya diupdate ?
Scroll, scroll dan dengan berat hati: Unfriend/ Unfollow...KLIK!
No Wonder.
Kalo orang tua kita terkadang melontarkan kalimat : "haduh, anak jaman sekarang"
Karena gue pribadi pun saat ini pernah merasa melontarkan kalimat yang sama beberapa kali.
Jadi, apa penulisan kalimat di social media harus dijaga? well depends.
Tulisan kadang bisa jadi cerminan diri, tapi kadang juga cuma jadi bentuk pencitraan.
note : makan-apa-sih-hari-ini-sok-iye-banget-otak-gue
Others ? masih ada juga pastinya. Blog ini juga salah satu kan?
Tapi apa iya semuanya diupdate ?
Kalo pertanyaannya ditujukan ke gue, jawabannya : "Tentu tidak kakak"
Masih banyak hal yang lebih urgent buat dilakukan. Ngga melulu soal sosmed, banyak hal yang lebih penting #baca-pdf-50-shades-of-grey-misalnya #uhuk
Honest! dalam satu hari pun social media bisa jadi bahan kunjungan yang menyenangkan. Buat gue malah kadang bisa jadi me time dikala kerjaan mulai longgar, urusan rumah beres atau saat anak sedang bermimpi asyik main di ragunan.
Tapi sebenarnya penting ngga sih bersosial media?
Kalo hal ini gue ngga bisa nyimpulin secara pasti karena masing-masing orang punya urgensitas yang beda beda. Ada beberapa orang yang mungkin merasa hal ini cukup penting karena punya fungsi sebagai salah satu media promosi untuk mata pencariannya atau juga bisa "terasa" penting jika akun yang di follow adalah akun-akun yang cukup berkualitas untuk menambah wawasan, mencari ide atau meluangkan kreatifitas dan mengasah bakat, tapi ya balik lagi semua tergantung siapa dan apa yang kita follow.
Iseng-iseng melihat list pertemanan di salah satu akun di sosial media gue, ternyata banyak yang ngga gue kenal juga. Zona pertemananan mungkin saat itu di approve karena "oh dia temennya A, atau temen dari temen nya si A" secara hirarki pohon pertemananan, kita emang TEMEN, tapi temen jauh banget kayanya. In a real life "mohon map ini siapa yak ?"
Scroll, scroll dan dengan berat hati: Unfriend/ Unfollow...KLIK!
Bukan bermaksud sombong sok-sok milih temen, tapi kadang gue pengen lihat timeline dengan isi-isi yang menyenangkan dan menyegarkan, tanpa harus melihat isi jeroan orang yang awalnya ngga pengen gue tau, dan berujung-ujung malah jadi kepo maksimal. Gue juga pengen membatasi hal hal yang menurut gue sifatnya personal dan ngga semua hal personal bisa jadi konsumsi khalayak ramai. Jadi ya mohon mengerti aja kalo akun-akun sosmed gue mostly digembok.
Kadang kita merasa social media hal yang cukup menyenangkan, tapi ternyata ada kalanya bisa jadi bumerang buat diri kita sendiri. Ada berbagai macam usia yang menjadi teman kita, mereka pembaca atas apa yang kita tulis. ada yang open minded, ada yang sepemikiran, ada juga yang tidak sependapat. Mungkin dengan orang yang satu generasi dengan kita, menganggap apa yang kita tulis tidak jauh berbeda dengan pola pemikiran yang kita jalanin, tapi gimana dengan teman yang memang generasinya muncul diawal kita? yang kadang merasa ucapan yang biasa kita gunakan, mungkin bukanlah bentuk ucapan yang layak dijamannya.
No Wonder.
Kalo orang tua kita terkadang melontarkan kalimat : "haduh, anak jaman sekarang"
Karena gue pribadi pun saat ini pernah merasa melontarkan kalimat yang sama beberapa kali.
Jadi, apa penulisan kalimat di social media harus dijaga? well depends.
Tulisan kadang bisa jadi cerminan diri, tapi kadang juga cuma jadi bentuk pencitraan.
So how to react kalo ada hal yang tidak sependapat ?
- Diemin aja kah? layaknya "lo lo gue gue ?"
- Atau harus bereaksikah ?
Speechless, kadang hal kaya gini bikin jadi serba salah sendiri
Mengutip kalimat seorang sahabat :
"Jika ada yang menegur kita melalui social media, bukankah itu reaksi dari apa yang sudah kita tulis ?" my own conclusion bukan reaksinya yang bermasalah. Bermasalah jika menimbulkan aksi yang negatif sebagai gambaran reaksi.
Mengutip kalimat seorang sahabat :
"Jika ada yang menegur kita melalui social media, bukankah itu reaksi dari apa yang sudah kita tulis ?" my own conclusion bukan reaksinya yang bermasalah. Bermasalah jika menimbulkan aksi yang negatif sebagai gambaran reaksi.
note : makan-apa-sih-hari-ini-sok-iye-banget-otak-gue






